Tampilkan postingan dengan label daynote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daynote. Tampilkan semua postingan

Jumat, Agustus 22, 2014

Cobaan

Ini sungguh kebalikan dari posting sebelumnya
Hari ini bener-bener ujian buat gw. Mungkin sampai seminggu ke depan. Sepertinya semua penjuru mata angin sedang mengarah ke kepalaku, menusuk-nusuk pikiran.
Begitu banyak hal yang harus dikerjakan, harus diselesaikan, dalam waktu yang berhimpitan, dengan fisik yang punya keterbatasan, dan butuh dana yang cukup signifikan.
Lari kemana harus cerita?
Terbang kemana untuk meminta?
Bahwa ini hanya dunia.

Senin, Agustus 18, 2014

Hectic

Kemaren itu, semua planning yg gw susun tertunaikan dgn cemerlang. Setelah 2 hari weekend gw nyari freezer murah meriah berkualitas gak dapet2 juga, padahal udah ngiterin carrefour, giant n lotte terdekat, akhirnya Senin pagi ada kabar gembira untuk kita semua.
Berangkat kantor dgn mobil jam 7 itu resiko. Pertama, macet. Kedua, razia 3 in 1. Alhamdulillah masih bisa sampai kantor di waktu flexy. Dan untungnya mobil gw mobil dinas kantor, jarang ada petugas yg mau susah2 nyetopin mobil dinas buat diperiksa surat2nya.
Nyampe kantor gw langsung kerja (fitnah banget ini mah). Browsing. Nyari freezer via internet solusi alternatif kalo udah malas muter2 jakarta lagi.
Halaman 1 mbah google langsung rekomendasiin OLX.com. ada freezer Polytron 200L seharga 1,6 juta. Gile bener nih. Padahal harga normalnya 2,8juta.
Usut punya usut, ternyata ini barang reject. Lu tau kan? Barang rijek itu, barang cacat produksi pabrik yang mestinya gak boleh dijual. Biasanya karena ada lecet, gores, penyok bodynya.
Gw yang udah pengalaman beli barang rijek pas di pontianak dulu, langsung kepincut.
Bayangkan, di tahun 2005, kulkas seharga 1,5juta bisa gw beli se 500ribu doank. Dan cacatnya cuma lecet segaris 5cm. Dalam masih mulus, fungsi masih tokcer. Bahkan sampai hari ini, kabarnya kulkas itu masih awet berfungsi, kata OB yg gw sumbangin itu kulkas pas pindah ke jakarta.
Insting gw, ini freezer bisa jadi 11-12 lah dgn kulkas itu. Gw telpon lah kontaknya. Janjian COD di bengkel dia yg rupanya di Harapan Jaya bekasi sana. Ngabur lah kan ya kita dari kantor. Tulis2 buku ijin keluar. Untung jam 9 pagi arah Bekasi kan lancar jaya ya. Alhamdulillah jam 12 udah balik kantor lg dengan menggendong 2 freezer. Temen gw nitip 1. Ngeri bro orang pajak bro, beli freezer kayak beli permen, main titip2 aja.
Dan seperti prediksi, freezernya berfungsi baik, dinginnya cepet, dengan kondisi badan yang penuh luka kayak habis disayat2 psikopat. Ya gak apa2, toh kita gak butuh tampak luar. Apa gunanya cantik badan tapi tak cantik hatinya dek? (Curcol)
Lepas lohor n makan siang, gw mesti ke BSM. Deposito gw jatuh tempo 17 agustus. Karena merah, mesti ambil 1 hari setelahnya. Kalo gw telat sehari aja, deposito gw diperpanjang otomatis. Nyesek lah kan ya nunggu 6 bulan lagi.
Pergi lah ke BSM, speak2 dikit dengan mbak CS nya, cairlah ya deposito kita. Sampe kantor, kerja dikit2 lah kita, follow up disposisi, pura2 ngetik pencitraan di depan bos. Sok sibuk buka2 amplop surat. Masukin 1 verbal yg sebenernya udah siap sejak kapan taun.
Jam setengah 5, mobil dibalikin temen. Karena pagi tadi abis angkut2 freezer, jadi lah itu mobil dalam kondisi kayak kapal dipecahin sepasang suami istri yang lagi berantem gegara rebutan channel antara mau nonton bola atau opera sabun korea.
Hmm, setengah jam, cuci aja lah ya kita di SCBD. Nyampe di SCBD, ada sedan lagi nyangkut di tengah2 pencucian otomatis, bodinya terlalu ceper. Mati laahhh. Makin lama nih. Padahal sore ini jam 5 sudah janjian sama akhwat2 cantik mau datang ke seminar supermentor3. Mosok abang ganteng kayak gw kagak bisa ngerawat mobil dinas, malu kan ya.
Negolah sama petugas cuci mobil. "Bang, di vacuum aja mobil saya dalamnya, luarnya biarin aja debu. Yg pentingkan hatinya dek, apalah arti tampak luar yg mentereng kalau hatinya masih misteri?" Aih curcol lagi si abang.
15 menit vacuum selesai.
Jam 5 nyampe kantor, naik ke lantai 4 nampakkan muka ke bos. Biar dikira selalu ada di kantor dari jam 8 sampai jam 5. Cuci2 muka, rapih2 dikit. Menuju tempat janjian. Alhamdulillah semua penumpang hadir di waktu yg mepet sesuai janji.
Sampai di lokasi Supermentor, gampang nyari parkiran, gampang nyari nama di list registrasi, kebagian kursi yang agak di di depan, gak ngantri wudlu pas maghriban, dikasih roti sama teman baik pas lagi kelaperan, pulang jam 10 dengan semua tanggungan aman nyampe kediaman masing2.
Selesai?
Belum masbro n mbaksis. Gw ada janji jemput abang gw di hotel yg lagi ketemuan sama iparnya, kepala desa yg baru aja ikut upacara 17 agustusan di istana negara n ramah tamah bareng presiden. Alhamdulillah, Desa Embalut Kukar tempat tugasnya dapat juara 4 lomba desa seIndonesia.
Nyampe hotel, duduk bentar ambil napas di lobbynya. Dan akhirnya nyampe juga di rumah jam setengah 1 dini hari.
Semua rencana terlaksana.
Dan pagi ini, demam n pilek melanda. Ini sebuah konsekuensi, bahwa fisik ada batasnya, beda dengan rencana yang penuh di kepala. Mohon doanya biar sehat lagi ya.
Kamu juga baik2 disana cinta, jangan telat makan, jangan kecapekan, jangan begadang. Nanti aku jemput kamu pada waktu indahnya.
Salam.
NB: Thanks buat Hijaz atas infonya bout Supermentor3.
Buat Olif, Zulfa, Refi, Anggit makasih udah meramaikan perjalanan pergi n pulang Supermentor3.
Buat Enge yg dapat kursi di luar, sabar yah dek.
Buat Dodo n Teguh, makasi udah bantu jadi kuli angkut freezer. :) Tiada keringat tanpa kehadiranmu.
Buat Abang Roman, maaf ye jemputnya kemaleman. :)
Okesip.

R.E.S.P.E.C.T.

Could you give me some?

Kamis, Agustus 14, 2014

Terima Kasih Bang Iwan

Aku adalah penggemar Iwan Fals. Hampir semua lagunya yang pernah kudengar, selalu punya makna yang dalam. Untukku pribadi, baik karena begitu benarnya lirik yang ia teriakkan. Atau karena lagi sesuai dengan kondisi hati.

Misalnya di lagu Hadapi Saja, lagu yang menceritakan hati bang iwan yang kembali tegar setelah ditinggal Galang anaknya. Ya. Hadapi saja. Pasrah pada Ilahi. Hanya Itu yang kita bisa.

Atau teriakan protes di lagu Bento, Bongkar, Surat Untuk Wakil Rakyat, Sugali, Hio dan teriakan2 marjinal di lagu lainnya. Kalo boleh aku menasbihkan, harusnya Bapak Reformasi mestinya disematkan buat Bang Iwan.

Kalo lagi kangen dengan rumah, aku bisa sampai menangis-nangis memetik gitar sambil melantunkan lagu Ibu. Lagu yang tak pernah selesai kunyanyikan tanpa berlinangan air mata.

Terima kasih Bang Iwan. Untuk lagumu. Untuk teriakanmu. Untuk suara serakmu. Untuk segalanya.

(MP3 Player yang kusetel random, saat ini baru saja memulai intro lagu IBU, ah...)

Lalu doa-doa, baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas
Ibu

Rabu, Juli 16, 2014

Galau

Hidup kita, adalah milik kita sendiri.
Musuh kita, adalah diri kita sendiri.
Tak ada orang lain yang lebih tau siapa diri ini, apa yang kita butuhkan
Tak ada orang lain yang lebih mengerti, apa yang harus kita raih.
Tak ada orang lain yang berhak atas kebahagiaan kita, kecuali kita sendiri.
Istafti qolbak. Tanya hatimu. Muhasabah. Introspeksi. Bercermin.
Insya Allah kelak, akan kita temukan jawaban akan gelisahnya hati.

Minggu, Juli 06, 2014

Surat Untuk Calon Presiden

Surat untuk Calon Presiden

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Salam sejahtera.
Kepada Ayahnda Prabowo Subianto dan Ayahnda Joko Widodo.

Sebelumnya saya minta maaf, anak bangsa yang minim pestasi ini demikian lancang menulis dan meletakkan harapannya di pundak ayahnda sekalian.

Sejak pertama kali mengenal proses pemilihan umum tahun 1992 di usia 8 tahun, menurut saya inilah pemilihan umum yang paling banyak melibatkan perhatian, komentar, emosi, dan harapan seluruh elemen bangsa kita.

Rekan-rekan saya memang banyak yang apatis dan mencemooh kami yang rajin berkomentar di media sosial tentang proses pemilu yang sedang berlangsung 3 bulan terakhir ini. Mereka menyayangkan terpecahnya rakyat menjadi kubu-kubu yang saling mengelukan, menjelekkan, menyebar fitnah, dan membela jagoannya masing-masing.

Sedang menurut saya, justru ini merupakan momen yang baik untuk membuka mata rakyat bahwa satu suaranya berperan penting dalam menentukan harga beras esok hari. Pilihannya ikut menetapkan besarnya tarif pajak yang harus ia bayar. Keikutsertaannya dalam pemilu merupakan penentu posisi NKRI dalam rangka ikut melaksanakan ketertiban dunia. Tak pernah saya liat dan baca pemberitaan mengularnya antrian pemilih di TPS Luar Negeri kecuali hari ini. Saya bangga, terharu dengan antusiasme rakyat Indonesia dalam pilpres kali ini.

Ayahnda sekalian yang saya banggakan.

Sistem demokrasi yang kita laksanakan hari ini menasbihkan bahwa ayahnda berdua adalah putra terbaik bangsa yang akan kami pilih tanggal 9 Juli nanti, untuk menentukan masa depan kami. Betapa takjub saya melihat dalam debat-debat ayahnda berdua. Masha Allah. Negara yang saya cintai ini tak pernah kekurangan pemimpin. Saat menonton debat di TV, saya melihat sosok-sosok yang capable, mampu, pantas, dan brilliant untuk menjadi pemimpin, Presiden NKRI.

Dari Ayahnda Prabowo, saya belajar memikirkan hal-hal besar untuk bangsa. Memimpikan kejayaan dan kemandirian bangsa. Saya optimis negara kita mampu bersaing dengan negara-negara besar seperti Tiongkok, Rusia, Brazil, bahkan Jerman atau Amerika.

Dari Ayahnda Jokowi, saya belajar bagaimana seorang pemimpin memperhatikan kebutuhan rakyat sedetil-detilnya, mendengarkan keinginan langsung dari rakyat dengan blusukan. Memperhatikan rakyat hingga ke pelosok desa.

Dari Ayahnda Prabowo, saya jadi tahu bahwa selama ini kita terlena dengan pembangunan yang ada, sementara kebocoran potensi anggaran terjadi setiap tahun. Potensi pajak masih banyak yang belum terjamah. Masih ramai rakyat yang secara sadar berusaha menghindari kewajibannya menyumbang pada negara, menjadi patriot bangsa. Detik demi detik, kekayaan alam bangsa kita habis tersedot penambang asing. Hari demi hari, uang pajak rakyat habis tergerus korupsi dan suap perampok negeri.

Dari Ayahnda Jokowi, saya mengetahui bahwa kerusakan dan kebocoran negeri kita bisa kita perbaiki bersama melalui sistem dengan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang rinci, dan pengawasan terus menerus. Bahwa penyelenggaraan negara harus direvolusi dengan mengedepankan teknologi, mengandalkan programmer handal anak bangsa sendiri, dan membuat aplikasi menyederhanakan birokrasi.

Dari Ayahnda Prabowo, saya belajar menjadi pemimpin yang mengakui keunggulan rekan diskusi, membenarkan yang benar, menyalahkan yang salah, menyetujui program yang baik, mengkritisi program yang kurang tepat. Saya belajar untuk menjadi pemimpin yang mengakui kelemahan dan kesalahan dengan introspeksi diri. Bahwa dalam diri ini, bisa saja ada “maling” yang menggerus kebaikan yang telah diperbuat. Ada saja sifat pamer yang merusak pahala ibadah yang sudah khusyuk tertunai.

Dari Ayahnda Jokowi saya belajar mengenai arti kesederhanaan, tampil apa adanya dalam berpenampilan, dan ketulusan dalam berbakti untuk rakyat. Saya belajar untuk mengejar mimpi di tengah keterbatasan yang kita miliki. Tidak berkecil hati meski dari keluarga yang biasa-biasa saja, bukan siapa-siapa, bahkan berasal dari desa.

Dari Ayahnda Prabowo, saya belajar bangkit dari kejatuhan dan keterpurukan. Dari Ayahnda Jokowi, saya belajar meniti sukses dari titik nol.

Ayahnda yang saya cintai...

Ayahnda sekalian adalah putra terbaik bangsa. Sekiranya kami bisa, ingin rasanya menyandingkan Ayahnda  berpasangan menjadi pasangan terbaik pemimpin bangsa. Kalau dipasangkan tentu bisa menjadi “Prabojo” atau “Jokowibowo”. Tapi akhirnya kami harus memilih salah seorang dari Ayahnda.

Oleh karena itu Ayahnda, izinkan kami menyampaikan harapan-harapan seusai pilpres nanti.

Ayahnda, jika Ayahnda terpilih...

Kami mohon, Ayahnda menjaga persatuan bangsa, dengan merangkul semua pihak, dan mengingatkan pendukung-pendukung Ayahnda agar tidak jumawa dan bersenang-senang terlalu gembira. Kami mengharapkan adanya rekonsiliasi, bukan saja dari Ayahnda sekalian, tapi juga dengan pemimpin-pemimpin sebelumnya, termasuk Pak SBY dengan Ibu Mega, sehingga dapat kami teladani agar kami bersatu dan tak mudah diadu demi kepentingan politik sesaat.

Reformasi telah berjalan hampir 20 tahun. Kami lelah dengan pertikaian, permusuhan dan kebencian yang diperlihatkan sebagian elit bangsa. Kami lelah dengan komentar keras dan kritik yang tidak santun dari pelaku politik bangsa ini. Kami merindukan sosok-sosok seperti Soekarno, Hatta, M. Yamin, Natsir, Sjahrir, HAMKA, Aidit dan lainnya, yang meskipun bersitegang saat rapat namun tetap mesra di depan rakyat.

Kami berharap Ayahnda mengajak semua elemen bangsa untuk bekerja bersama-sama, tidak peduli latar belakang politiknya, kita bangun bangsa ini dengan blue print yang matang, melalui tangan-tangan terbaik anak bangsa.

Ayahnda, jika Ayahnda terpilih..

Kami berharap, Ayahnda akan memastikan terlaksananya sila PERTAMA Ketuhanan Yang Maha Esa. Dimana setiap warga negara dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa gangguan. Kami harap Ayahnda juga dapat memperhatikan hak-hak bagi pemeluk Islam seperti standar halal makanan dan ketersediaan tempat ibadah yang nyaman di ruang publik. Kami juga berharap Ayahnda khusus memperhatikan penyelesaian kasus GKI Yasmin dan kasus lain yang serupa agar memperoleh kejelasan status sehingga saudara-saudara kami dapat menunaikan ibadahnya dengan khusyuk.

Ayahnda, jika Ayahnda terpilih...

Kami berharap agar Ayahnda serius memperhatikan wilayah-wilayah perbatasan dan perairan NKRI. Kami tidak ingin ada lagi kapal nelayan yang ditangkap oleh tentara negara lain. Kami ingin nelayan dapat mencari nafkah dengan harga diri tanpa ketakutan. Kami ingin nelayan dimodernisasi dengan teknologi sehingga tidak melakukan kesalahan melanggar perbatasan. Kami ingin tentara kami dibekali persenjataan modern yang mumpuni. Kami mengimpikan NKRI memiliki Kapal Induk dan Kapal Selam buatan sendiri. Kami menginginkan arah industri pertahanan NKRI lebih mendukung dan menyokong kondisi geografis negara yang terkoneksi melalui laut. Kami ingin lihat Pesawat buatan sendiri bisa terbang lagi seperti yang pernah dibuat Pak Habibie.

Ayahnda, jika Ayahnda terpilih...

Kami berharap agar Ayahnda dapat menarik ilmuwan, teknisi, dan peneliti anak bangsa sendiri untuk pulang dan berkarya untuk bangsa. Kami ingin agar anak bangsa penemu teknologi baru, dapat dihargai tinggi. Kami yakin, bukannya tak punya nasionalisme, namun kadang rasa nasionalisme juga harus berhadapan dengan tuntutan kebutuhan hidup mereka. Kami ingin membanggakan mobil buatan anak bangsa. Kami ingin memakai handphone canggih karya bangsa sendiri. Kami ingin punya gedung pencakar langit dan kereta super cepat karya anak bangsa sendiri.

Ayahnda, jika Ayahnda terpilih..

Kami berharap Ayahnda memastikan agar pembangunan dan pendidikan dilaksanakan secara merata. Kami mohon agar tidak Jawa dan Sumatera saja yang terlalu pesat pembangunannya. Kami tau, rekan kami yang di Kalimantan sana harus menjaga hutan sebagai paru-paru dunia, tapi mereka juga membutuhkan infrastruktur transportasi yang layak dan cepat untuk mendukung lancarnya pembangunan. Kami ingin transportasi yang murah ke Wakatobi, Raja Ampat, Derawan, dan daerah wisata lainnya. Kami ingin perantauan di Papua bisa pulang kampung dengan menekan biaya.  Kami ingin tak ada lagi desa dan kota yang mengalami pemadaman listrik bergilir lebih dari sekali dalam sehari.

Kami ingin guru-guru yang berkualitas, yang dibayar tinggi bila mereka sudi berbakti di pelosok negeri. Kami tak ingin ada adik-adik kami yang menjadi gila karena UAN bahkan akhirnya bunuh diri karena ketimpangan standar pendidikan. Bagi kami, UAN memang penting agar Ayahnda tau wilayah-wilayah mana yang pendidikannya butuh perbaikan, tapi kami mohon, jangan jadikan UAN sebagai standar kelulusan. Bagi kami, sekolah punya kemampuan untuk menentukan kelulusan siswa-siswanya melalui penilaian ujian dan sikap kami selama bersekolah.

Ayahnda, jika Ayahnda terpilih..

Kami berharap Ayahnda paham dan mengerti, bahwa untuk mewujudkan kemakmuran negeri ini, membutuhkan sumbangsih dari seluruh elemen bangsa. Bahwa sebagian besar pembiayaan pembangunan bangsa ini didapatkan melalui uang pajak kami dan orang tua kami. Kami berharap Ayahnda memberikan perhatian khusus kepada instansi yang mengumpulkan pajak, agar dapat dipastikan bahwa seluruh warga negara melaksanakan kewajibannya dengan jumlah yang sesuai penghasilannya.  Kami harap Ayahnda memastikan subsidi silang melalui pajak ini dapat tersalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan. Kami tak tau apakah kami masih butuh subsidi bahan bakar atau tidak, tapi kami tau, bahwa di India sana, pemerintahnya memberikan subsidi untuk kertas, sehingga biaya pencetakan buku dapat ditekan, dan rakyat dengan mudah mendapatkan buku dengan harga yang murah tanpa mengorbankan hak penulis dengan membeli bajakan.

Kami berharap pajak yang sudah kami bayarkan, dapat Ayahnda pastikan tidak akan dikorupsi. Temukanlah sistem pengadaan yang minim celah kecurangan. Berikan contoh kesederhanaan hidup bagi pejabat-pejabat negara. Sadarkan mereka, bahwa untuk menjadi kaya, bukan di kantor pemerintahan tempatnya, bukan dengan menjadi PNS jalannya. Kami berharap Ayahnda dapat memberi kesejahteraan yang cukup bagi penyelenggara negara, agar mereka dan keluarganya memiliki penghasilan yang dapat menjamin kebutuhan minimal, kesehatan dan pendidikan yang layak. Sehingga mereka tak perlu mencari jalan haram untuk kebutuhan hidup, kecuali karena mereka rakus. Kami berharap penegakan hukum yang tegas kepada semua yang merampok uang pajak kami, baik dari pejabat bawahan Ayahnda maupun dari pengusaha swasta yang hanya memikirkan kepentingannya sendiri.

Ayahnda, jika Ayahnda terpilih...

Kami berharap Ayahnda memastikan regulasi yang mengatur netralitas media yang bersih dari kepentingan politik. Kami berharap tak ada lagi kekerasan yang terjadi karena biasnya pemberitaan media. Kami ingin sekali, agar pemilik media, bukanlah orang-orang yang memiliki kepentingan politik dan tidak terafiliasi dengan partai politik. Kami yakin, bahkan awak media pun cukup malu dengan membuat pemberitaan yang bertentangan dengan hati nuraninya.

Kami juga ingin penyelenggaraan olahraga yang bebas dari kepentingan politik. Kami ingin Ayahnda berperan penting dalam memajukan prestasi olahraga negeri kita, juga prestasi lain di bidang ekonomi kreatif, iptek, dan budaya. Kami rindu dengan Piala Thomas dan Piala Uber. Kami masih bermimpi Timnas Sepakbola kita lolos ke final Piala Dunia dengan kompetisi yang sehat, bukan karena akan menjadi tuan rumah.

Ayahnda, jika Ayahnda terpilih...

Kami berharap, Ayahnda dapat memprakarsai perubahan arah demokrasi kita yang bebas dari politik uang. Kami sadar bahwa proses demokrasi yang ada sekarang memiliki banyak lubang kelemahan, sehingga dari sebagian wakil kami ada yang terpilih hanya karena modal terkenal atau modal uang besar. Kami ingin wakil-wakil rakyat kami adalah orang-orang yang berkualitas, legislator yang handal, partner Ayahnda yang kritis, dan penyusun anggaran yang teliti.

Ayahnda, jika Ayahnda TIDAK terpilih...

Kami berharap Ayahnda menjadi seorang negarawan yang bijaksana. Kami tak ingin ada statement dari Ayahnda yang berpotensi menimbulkan konflik dan kekacauan. Ajaklah pendukung Ayahnda untuk menerima hasil pilihan kami dengan damai dan lapang dada. Percayalah Ayahnda, kalau ada yang ingin memerangi kecurangan pemilu, kamilah yang berada di garis paling depan.

Tenang saja Ayahnda, bukan hanya RELAWAN PRABOWO atau RELAWAN JOKOWI yang akan tulus berjuang 9 Juli nanti. Kami pun akan menjadi relawan bagi diri kami sendiri, untuk memperjuangkan hak kami sendiri, dari hal-hal yang membuat hak kami terbelenggu oleh uang dan kepentingan sesaat. Percayalah Ayahnda, dari sebagian kami pun ada yang menjadi panitia pemilihan, yang akan menjaga kebersihan dan kejujuran hasil keringat kami sendiri. Kami yang bukan panitia pun akan menunggui hasil perhitungan hingga diberangkatkan sampai tingkat pusat.

Bahkan kami yakin, rekan-rekan kami yang memilih golput pun akan ikut menjaga agar pilpres ini berjalan bersih, damai dan tertib. Kami percaya bahwa Ayahnda dan pendukung Ayahnda akan menahan diri dari saling menyalahkan, menuding atau menuduh secara sembarangan. Kami percaya, Ayahnda akan dengan lapang dada menerima hasilnya dengan banyak istighfar, introspeksi, dan ikhlas.

Ayahnda, jika Ayahnda TIDAK terpilih...

Kami berharap, Ayahnda tetap dengan tulus berkontribusi bagi Negara dan Bangsa yang sama-sama kita cintai ini. Kami berharap Ayahnda mendukung program-program dari Presiden terpilih sekiranya baik dan tepat untuk rakyat, dan tetap memberikan kritik dengan santun bilamana program-progran tersebut salah dan kurang tepat. Kami berharap Ayahnda menjaga suksesi kepemimpinan ini dengan elegan dan menjadi negarawan yang bijaksana. Kami berharap Ayahnda tetap bekerja, bekerja, dan bekerja, baik sebagai Pemimpin Partai, Ketua Asosiasi, Gubernur, Ketua PMI, Ketua Dewan Masjid, atau tanpa jabatan sekalipun, bagi kemajuan, kedigdayaan, serta harkat martabat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita sama-sama buktikan, bahwa kita adalah bangsa yang besar, dengan para pemimpin yang berhati besar.

Kami semua berdoa untuk kebaikan, kesehatan, dan melimpahnya berkah dari Tuhan Yang Maha Esa kepada Ayahnda Prabowo dan Ayahnda Jokowi. Kami berdoa agar Allah SWT memberikan ketenangan hati dan jiwa bagi Ayahnda sekeluarga.

Ayahnda sekalian , selamat menunaikan ibadah puasa.

Ayahnda Prabowo yang saat ini sedang menggelar tasyakuran buka puasa bersama pendukungnya, selamat berbuka puasa, semoga barokah Allah terlimpah bagi Ayahnda.

Ayahnda Jokowi yang saat ini berangkat umroh bersama sebagian pendukungnya, selamat menjalankan ibadah, titip doa untuk keselamatan seluruh rakyat Indonesia dan kejayaan bangsa. Semoga Ayahnda dan rombongan dapat kembali ke tanah air dengan sehat wal afiat.

Untuk mengakhiri surat ini, izinkan saya menuliskan syair lagu Bang Iwan Fals yang berjudul Doa-doa, yang ikut mengiringi suasana ruangan tempat saya menulis surat ini:

Berjamaah, menyebut Asma Allah
Saling asah, saling asih, saling asuh
Berdoalah, sambil berusaha
Agar hidup jadi tak sia-sia

Badan sehat, jiwa sehat
Hanya itu yang kami mau
Hidup berkah, penuh gairah
Mudah-mudahan Allah setuju

Inilah lagu pujian, nasehat dan pengharapan
Dari hati, yang pernah mati
Kini hidup kembali

Terima kasih. Salam bangga dan hormat ananda.

Terima kasih khusus kepada saudaraku ust Salim A. Fillah dan rekan-rekan lain yang menginspirasi saya dengan terlebih dahulu menulis surat terbuka ini.

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Sore Tugu Pancoran, Jakarta Selatan 6 Juli 2014

Mahadhir Djuhaini Husain, orang pinggiran.


Sabtu, Februari 08, 2014

Kami Tidak Takut!

Sumber: http://iwanbanaran.com
Untuk kesekian kalinya, saya harus berurusan dengan polisi lalu lintas. Sore tadi, saat berkendara menuju PasFes Kuningan, saya dihentikan oleh petugas. Naik belalang tempur tercinta, melewati jalan Rasuna Said dari arah Mampang. Untuk ke PasFes, saya harus memutar terlebih dahulu di U Turn sebelum fly over Banjir Kanal barat (Latuharhary). Berpuluh meter sebelum putaran, memang sudah saya lihat beberapa bikers yang dihentikan  dan sedang menandatangani surat2 (surat tilang pastinya).
Karena merasa tidak melanggar aturan lalu lintas, saya pun tenang2 saja melintas. SIM: ada, STNK: ada, lampu: Nyala, Spion: Masih dengan pasangan tercintanya.
Dan saya pun terkaget, motor saya dihadang, kemudian disuruhnya menepi. Sekilas terbaca di dada kanan, nama petugas yang menyuruh saya menepi: (Sebut saja) Kampret “S”. Lalu beliau mulai menginterogasi:

Jumat, Maret 18, 2011

Syukur dan Sabar


Jumat ini genap 3 bulan ane dah jalanin penempatan sementara di kantor. Setelah sebelumnya ditugaskan buat belajar lagi selama 2 tahun di Kampus Jurang "Maut", Bintaro. SK Penempatan Definitif yang ane tunggu bersama 200 rekan2 seangkatan lainnya tak kunjung terbit. Santer gosip beredar kalau surat itu bakal keluar hari ini, tapi ane kagak yakin gan.

Gak yakin bukan tanpa dasar, soalnya 3 minggu yang lalu beberapa rekan2, termasuk ane, baru aja ikutan tes TPA dan Interview Minat dan kemampuan untuk masuk ke salah satu Direktorat di Kantor Pusat. Kalo dihitung dari selesainya tahapan tes yg juga dilakukan di 2 daerah lain (Palembang n Medan), gak mungkin 3 minggu dah terbit tuh SK. Pastinya draft penempatan yang sebelumnya udah dibikin bakal di format ulang. Apalagi denger2 direktorat itu butuh 100 pegawai lebih, yang udah pengalaman tapi masih fresh. Cocok banget tuh ama kriteria temen2 angkatan ane.

Selasa, Februari 08, 2011

Menyesali emosi - harga sebuah persahabatan


Sebagai anak muda (cieeee...), kadang ada saatnya aku tak lagi berkompromi menahan emosi. Hanya karena masalah kecil yang tak begitu penting, yang waktu itu bagiku sepertinya penting, aku menggadaikan jalinan pertemanan yang kurajut sekian tahun, hingga akhirnya perkelahian itu pun memuncak.

Stress akibat tekanan pekerjaan, ditambah dengan bisikan penyakit hati macam iri dan dengki, melihat kawan di ruang atas bersantai-santai dengan asyiknya, di saat aku di bawah sini berjibaku dengan tumpukan tugas dan tanggung jawab yang tak henti menghampiri. Bahkan ada yang sempat keluar nonton film, atau pergi karaoke bersama saat jam kerja. Hanya nafas terhela sambil ku mengelus dada. Sabar... niatkan untuk ibadah.

Kamis, Agustus 12, 2010

Istiqlal: Masjid Panutan Milik Republik


Malam ini malam pertama bagi kita
Untuk mencurahkan rasa rindu di dada

(Haji Rhoma Irama – dengan sedikit editan)


Lirik lagu sang legenda dan idola ane kayaknya pas banget dah buat melukiskan keindahan pertemuan dengan malam pertama bulan Ramadhan. Walaupun masih harap-harap cemas (g cemas jg sih...) menunggu pengumuman resmi dari pemerintah, tapi ya tetep nekat aja melaksanakan niat awal bersafari dari Masjid ke Masjid dengan semangat 45. (Ehmm... mumpung bentar lagi 17 Agustusan kan).

Nah, sebagai pembuka yang cukup dramatis, saya memilih Istiqlal sebagai tujuan utama safari Ramadhan kali ini.
.... .... ....
Walaupun bukan lagi sebagai Masjid terbesar di Indonesia (rekor masjid terbesar se-Asia Tenggara saat ini dipegang oleh Masjid Islamic Centre Samarinda, kota asal saya tuh ^_^), namun Istiqlal punya makna tersendiri di hati saya.

Sejak kecil, saya selalu terkagum-kagum dengan megahnya Istiqlal, yang waktu itu cuma bisa saya liat di tv pas ada siaran langsung Sholat Ied, atau ceramahnya da’i sejuta ummat KH. Zainuddin MZ. Saya membayangkan, masjid ini pasti bersejarah sekali, sampai-sampai setiap tahun, pemimpin republik menyempatkan diri sholat ied bersama utusan negara-negara yang lain. Pasti akan membanggakan jika saya bisa sholat disana juga, walaupun bukan sebagai siapa-siapa.

Sempat ketiduran dan merasa gak enak badan, saya memaksakan badan untuk bergerak dan memulai perjalanan pukul 16.45 dati Bintaro, daerah kos saya. Sebenarnya gak terlalu jauh mencapai masjid Istiqlal yang berlokasi di bilangan Lapangan Banteng itu. Tapi karena traffic pas lagi padat-padatnya, ditambah saya yang masih lupa-lupa ingat sama jalur ibukota, saya tersesat hingga ke Kebon Jeruk bahkan ke arah Jakarta Barat. Macet disana-sini, bahkan sempat tertahan setengah jam hanya di satu perempatan, tak ada polisi yang mengatur, mungkin rekan2 petugas lagi siap2 mau tarawih juga ^_^. Alhasil, saya baru menginjakkan roda motor di halaman parkir Istiqlal tepat saat muadzin mengumandangkan adzan Isya. Jadilah saya menjamak sholat maghrib.

Ini bukan kali pertama saya menginjakkan kaki di Istiqlal, tahun lalu, saya pernah singgah ngAshar juga disini, tapi karna kali ini momennya malam pertama Ramadhan, suasananya jadi beda, ramai kali. Penuh sampai koridor luar.

Masjid panutan

Tak salah jika Istiqlal menjadi kebanggaan pemerintah. Di tengah maraknya perbedaan aliran-aliran dalam umat Islam mengenai rakaat sholat tarawih 8 atau 20 rakaat (yang memang gak perlu diperdebatkan), amir Masjid mengakomodasi keinginan masing-masing jamaah. Yang memilih 8 rakaat, setelah 4 x salam masing2 2 rakaat, dilanjutkan dengan witir 3 rakaat, saat witir ini, jamaah yang memilih 20 rakaat dipersilahkan beristirahat sejenak. Kemudian saat jamaah 8 rakaat pulang, sholat dilanjutkan dengan imam dan bilal yang berbeda, hingga genap 20 rakaat, kemudian witir lagi.
Enak banget ngeliatnya, tenang, gak perlu ribut mempermasalahkan perbedaan. Cukup saling menghormati saja, dan memberikan keleluasaan masing-masing untuk memilih. Coba semua masjid disini bisa seperti itu ya, kan bagus.

Pembangunan Istiqlal diawali oleh gagasan Menteri Agama Wahid Hasyim, KH. Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto dan Ir. Sofwan pada awal 1953 yang menyebabkan berdirinya Yayasan Istiqlal. Ide ini kemudian didukung oleh Presiden Soekarno, yang kemudian mengetuai Dewan Juri Penilaian sayembara maket masjid Istiqlal. Ir. Soekarno bahkan sempat menjadi kepala bagian tekniknya.

Pemenang sayembara adalah seorang arsitek beragama kristen, Frederich Silaban. Ia adalah salah satu lulusan terbaik dari Academie van Bouwkunst Amsterdam tahun 1950. selain membuat desain masjid Istiqlal ia juga merancang kompleks Gelanggang Olahraga Senayan.
Untuk menyempurnakan rancangan masjid Istiqlal, F. Silaban mempelajari tata cara dan aturan orang muslim melaksanakan shalat dan berdoa selama kurang lebih 3 bulan dan selain itu ia juga mempelajari banyak pustaka mengenai masjid-masjid di dunia. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ir. Soekarno sendiri pada tanggal 24 Agustus 1961, bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam.

Akhirnya, setelah sempat tertunda karena berbagai macam kendala, termasuk peristiwa Gestok (Gerakan Satu Oktober), pembangunan keseluruhan komplek masjid selesai dalam kurun waktu 17 tahun (jauh lebih cepat daripada perencanaannya yg diperkirakan 45 tahun), dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 22 Pebruari 1978. Namun sebenarnya, bangunan utama sudah selesai setelah 6 tahun, tepatnya pada tanggal 31 Agustus 1967, adzan maghrib pertama berkumandang di angkasa ibukota.

Malam ini direncanakan Menteri Agama akan memberikan kultum sebagai pembuka rangkaian kegiatan di Masjid Istiqlal selama Ramadhan. Namun karena tugas beliau sebagai menteri yang harus mengumumkan awal dimulainya bulan puasa, kehadiran beliau digantikan oleh dirjen Bimas, yang memerikan ceramah dengan tema meraih ampunan dengan memperbanyak tangis di bulan yang penuh berkah ini.

Alhamdulillah, mudah-mudahan ada manfaat bagi saya pribadi dan bagi pembaca sekalian. Sedikit saran, jika hendak melakukan safari tarawih ini, ada baiknya kita membawa tas yang berisi, 1 botol air mineral, baju ganti, mushaf, jaket/jas hujan, dan keperluan lain yang dirasa penting. Jangan lupa juga menyisihkan sedikit infaq (kalau bisa jumlahnya digandakan daripada hari2 biasa) untuk keperluan kegiatan masjid.

Wallahu’alam bisshowab.

Rabu, Agustus 11, 2010

Para Pencari Takjil


Alhamdulillah, berjumpa lagi kita dengan bulan Ramadhan. Bulan penuh berkah, dimana di dalamnya terdapat, ampunan, hidayah, serta jutaan manfaat lainnya yang bisa kita rengkuh selama 1 bulan penuh.

Ramadhan kali ini, saya ingin sedikit berbeda dengan tahun2 sebelumnya. Yaa mestinya emang gitu, ada peningkatan dari Ramadhan2 yang lalu. Ya kan ya??
Apanya yang beda?
.... .... ....

Kalo bulan Ramadhan, pan banyak tuh ibadah-ibadah yg bisa kita jabanin, mulai dari yang ilahiyah macam tarawih, tadarrus, tadabbur, tahajjud, sholat2 sunnah, sampe ibadah kemanusiaan, sedekah, menyediakan berbuka, zakat, mengajar agama, berdakwah, menulis dan menyebarkan hal2 bermanfaat, dan tentu saja, silaturahmi.

Nah, dalam rangka silaturahmi, ane mau ngelakuinnya sambil seneng2 gan. Kita tentunya sudah sering mendengar julukan kota Jakarta sebagai Kota Seribu Masjid. Mumpung aye di jakarta neh, dan mumpung ada fasilitas transportasi, saya berniat melakukan safari Ramadhan dari Masjid ke Masjid, mulai dari sore menjelang buka puasa, hingga selesai tarawih. Tentunya sambil menggali informasi tentang Masjid yang saya kunjungi nanti. Kalo kawan saya bilang: “Itu sih PPT bang... Para Pencari Takjil.”
Hehe8x. Begitu ya. Entah apa lah namanya. Saya sendiri pun tak tahu adakah nilai ibadahnya. Niat saya, ingin bersilaturahmi dan mengenal kota Jakarta saja. Mudah-mudahan tak ada kesan ujub dan riya saat melaksanakan niatan ini. Dan hanya Allah lah tempat hamba menyembah dan memohon pertolongan.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al-Hujurat 13)

Selasa, Agustus 03, 2010

Uhh....

Mulai belajar nulis lagi... belajar nulis tiada henti, Hidup itu adalah belajar, karena kita belajar untuk hidup

Sabtu, Februari 27, 2010

Mencari semangat!!!

Huff... udah mau ujian, tapi masih belum mulai belajar juga.... need some help....

Senin, November 10, 2008

Selain Panglima Besar, Jenderal Sudirman Juga Seorang Da'i

Sosok Sudirman yang dikenal selama ini sebagai seorang tokoh pahlawan nasional bergelar Panglima besar yang memiliki rasa nasionalisme yang kuat juga memiliki keimanan yang tinggi. Selain dikenal sebagai pemimpin pasukan dengan strategi gerilyanya, beliau juga dikenal sebagai penyeru dakwah dan pernah aktif menjadi guru di Kepanduan Muhammadiyah Hizboel Wathon (Pembela tanah air).
Dosen sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta A Adaby Darban mengatakan bahwa sebelum masuk ke dunia militer, Sudirman adalah guru dan teladan bagi rekan-rekannya karena pernah aktif dan menjadi guru di Kepanduan Muhammadiyah Hizboel Wathon (Pembela tanah air), kemudian menjadi guru serta kepala sekolah di sekolah Muhammadiyah di Cilacap.
Selain menjadi guru, Sudirman juga seorang mubaligh dan penyeru dakwah. Beliau dikenal sebagai juru dakwah yang mengedepankan pendekatan kultural dan persuasif yang rajin berkeliling di pedesaan dan perkotaan, termasuk mendirikan pusat dakwah. Saat sudah menjadi Panglima pun Sudirman tetap rajin menghadiri Pengajian Malem Selasa PP Muhammadiyah di gedung Pesantren Kauman Yogyakarta dan berdakwah dilingkungannya.
Pengalamannya di Kepanduan Hizboel Wathon menjadi modalnya dalam memasuki dunia militer. Karir militernya dimulai menjadi anggota Pembela Tanah Air (PETA). "Soedirman tumbuh dari persemaian muslim yang taat berkembang sebagai seorang guru sekolahan, guru masyarakat, dan guru militer yang handal," katanya.

Sumber: http://www.warnaislam.com, 11 November 2008

17 Warga Chicago Masuk Islam Setelah Lihat Iklan di Bus

Beberapa waktu lalu, Eramuslim mengangkat laporan tentang kegiatan kampanye Islam dengan cara memasang iklan di badan bus, yang dilakukan organisasi GainPeace di Chicago. Kegiatan yang dilakukan organisasi ini ternyata membuahkan hasil, bukan hanya mampu meluruskan pandangan masyarakat Barat yang miring tentang Islam tapi setelah melihat iklan di badan bus tersebut, ada 17 warga Chicago yang menyatakan diri masuk Islam.
Salah satunya adalah Leslie C. Toole (-kok namanya kayak orang jawa ya?-), seorang guru di Chicago yang sudah sepuluh tahun berkeinginan masuk Islam. Tekadnya menjadi seorang Muslim akhirnya terlaksana setelah ia melihat iklan GainPeace di badan bus

"Saya tidak pernah sungguh-sungguh. Tapi ketika saya melihat iklan itu, saya sadar bahwa itulah akhir dari pertanda dimana saya harus melengkapi niat saya," kata Toole.

Toole mengaku pertama kali mengenal Islam secara tak sengaja. Sepuluh tahun lalu, seorang laki-laki memberinya selebaran dan mengatakan ia akan mendapatkan pencerahan dari selebaran itu. "Saya pun membacanya, berulang kali dan memastikan saya memahami apa yang sedang saya baca," Toole mengisahkan.

"Bagaimana menjadi seorang Muslim, itulah yang menjadi pertanyaan utama saya," sambung Toole sampai akhirnya, ia melihat iklan tentang Islam di bus-bus Chicago Transit Authority (CTA) bertuliskan "Got Questions? Get Answers" dan langsung menghubungi nomor telepon yang ada di bus tersebut.

Setelah mendapatkan penjelasan dan berdiskusi dengan pihak GainPeace, Toole mengucap syahadar pada Senin, 29 September 2008. Kisah Toole masuk Islam hampir serupa kisah 16 Muslim Chicago lainnya yang memilih masuk Islam setelah melihat iklan GainPeace di bus-bus CTA.

Menurut Toole, iklan layanan masyarakat GainPeace yang dipasang di bus-bus merupakan ide brilian untuk menarik perhatian masyarakat. Setelah masuk Islam, Toole yang memilih nama Ilyas sebagai nama Islamnya juga mendapatkan bimbingan seorang mentor dari GainPeace.

"Saya sangat berterimakasih dengan mentor saya yang sudah sangat membantu. Beliau memberikan saya banyak buku agar saya bisa banyak belajar tentang Islam," kata Toole.

GainPeace juga memberikan layanan belajar Islam online setiap seminggu sekali untuk para mualaf, dimana mereka bisa belajar apa saja mulai dari cara salat, cara hidup seorang Muslim bahkan bahasa Arab.

Toole atau Ilyas mengatakan, semakin banyak ia tahu tentang Islam, ia semakin percaya diri bahwa ia sudah membuat keputusan yang benar. "Agama ini betul-betul sempurna bagi saya. Sulit untuk menjelaskannya ketika Anda mengetahui sebuah kebenaran. Anda akan merasakan perasaan yang begitu mendalam di hati sanubari Anda bahwa Anda telah menemukan rumah yang benar," papar Toole.

Seperti diberitakan sebelumnya, GainPeace menggelar kampanye dengan memasang iklan layanan tanya jawab tentang Islam di bus-bus CTA pada tanggal 19 September sampai 20 Oktober kemarin. Dan iklan itu diperpanjang sampai 23 November mendatang karena mendapatkan respon positif dari masyarakat Chicago.

Organisasi itu mengeluarkan dana sebesar 30.900 dollar AS sebagai biaya pemasangan iklan 25 bus CTA yang melayani rute di seluruh Chicago. Setelah iklan itu tampil, GainPeace menerima ribuan telepon dan situsnya dikunjungi lebih dari 300.000 orang. GainPeace juga memberikan al-Quran dengan terjemahan berbahasa Inggris, majalah The Message on Prophet Muhammad serta brosur dan buku-buku Islam bagi mereka yang ingin tahu lebih jauh tentang Islam.

Direktur GainPeace, Sabeel Muhammad mengatakan pesan dari iklan itu adalah untuk menimbulkan minat masyarakat terhadap berbagai informasi tentang Islam, sehingga bisa meluruskan penafsiran-penafsiran yang salah tentang Islam.

Selain GainPeace, kampanye serupa juga dilakukan ICNA, organisasi Muslim yang berbasis di New York dan memiliki 22 cabang di seluruh AS. Namun ICNA baru melakukan kampanye itu di Seattle dan New York. Di New York, ICNA menempelkan lebih dari 1.000 iklan layanan tanya jawab tentang Islam di stasiun-stasiun kereta bawah tanah.

Karena kampanye dengan cara itu sukses, kota-kota lainnya di AS dan Canada sudah meminta bantuan agar ICNA juga melakukan kampanye yang sama di kota-kota tersebut. (ln/iol)
Sumber: www.eramuslim.com , 11 November 2008


Sabtu, November 08, 2008

Nulla Dies Sine Linea

Tiada Hari Tanpa Menulis…

Tagline ini tak sengaja kubaca di back cover sebuah buku panduan menulis

Sederhana memang, tapi sangat sulit untuk mengejawantahkannya dalam kehidupan sehari-hari… dalam kehidupanku…

Karenanya…dengan ikut-ikutan membuat blog ini, aku mencoba belajar menjadi penulis yang baik, seperti arti dari nama yang diberikan ayahku :

“Penulis berakhlaq baik, yang menulis apa-apa yang baik”

Insya Alloh… Mohon bantuan rekan-rekan semua… Ditunggu saran kritik dan komentarnya. Untuk semua umpan balik yang diberikan, saya ucapkan Jazakalloh Khoiron Katsiro


Salam….