Ini sungguh kebalikan dari posting sebelumnya
Hari ini bener-bener ujian buat gw. Mungkin sampai seminggu ke depan. Sepertinya semua penjuru mata angin sedang mengarah ke kepalaku, menusuk-nusuk pikiran.
Begitu banyak hal yang harus dikerjakan, harus diselesaikan, dalam waktu yang berhimpitan, dengan fisik yang punya keterbatasan, dan butuh dana yang cukup signifikan.
Lari kemana harus cerita?
Terbang kemana untuk meminta?
Bahwa ini hanya dunia.
Jumat, Agustus 22, 2014
Cobaan
Senin, Agustus 18, 2014
Hectic
Gw yang udah pengalaman beli barang rijek pas di pontianak dulu, langsung kepincut.
Negolah sama petugas cuci mobil. "Bang, di vacuum aja mobil saya dalamnya, luarnya biarin aja debu. Yg pentingkan hatinya dek, apalah arti tampak luar yg mentereng kalau hatinya masih misteri?" Aih curcol lagi si abang.
Jam 5 nyampe kantor, naik ke lantai 4 nampakkan muka ke bos. Biar dikira selalu ada di kantor dari jam 8 sampai jam 5. Cuci2 muka, rapih2 dikit. Menuju tempat janjian. Alhamdulillah semua penumpang hadir di waktu yg mepet sesuai janji.
Semua rencana terlaksana.
Buat Olif, Zulfa, Refi, Anggit makasih udah meramaikan perjalanan pergi n pulang Supermentor3.
Buat Enge yg dapat kursi di luar, sabar yah dek.
Buat Dodo n Teguh, makasi udah bantu jadi kuli angkut freezer. :) Tiada keringat tanpa kehadiranmu.
Buat Abang Roman, maaf ye jemputnya kemaleman. :)
Okesip.
Kamis, Agustus 14, 2014
Terima Kasih Bang Iwan
Misalnya di lagu Hadapi Saja, lagu yang menceritakan hati bang iwan yang kembali tegar setelah ditinggal Galang anaknya. Ya. Hadapi saja. Pasrah pada Ilahi. Hanya Itu yang kita bisa.
Atau teriakan protes di lagu Bento, Bongkar, Surat Untuk Wakil Rakyat, Sugali, Hio dan teriakan2 marjinal di lagu lainnya. Kalo boleh aku menasbihkan, harusnya Bapak Reformasi mestinya disematkan buat Bang Iwan.
Kalo lagi kangen dengan rumah, aku bisa sampai menangis-nangis memetik gitar sambil melantunkan lagu Ibu. Lagu yang tak pernah selesai kunyanyikan tanpa berlinangan air mata.
Terima kasih Bang Iwan. Untuk lagumu. Untuk teriakanmu. Untuk suara serakmu. Untuk segalanya.
(MP3 Player yang kusetel random, saat ini baru saja memulai intro lagu IBU, ah...)
Lalu doa-doa, baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas
Ibu
Aisyah
Tapi mimpiku sulit kukendali
Harusnya kamu yang tau diri
Jangan masuk mimpiku lagi
Bahwa cinta memang hanya kita berdua
Tapi komitmen yang kompleks ini menyeret-nyeret hati kita untuk mengerti apa pun mau mereka
Lingkaran hidup akan mengetuk sadar kita
Kadang menjadi utama, tak jarang dinomordua
Hingga akhirnya cinta yang sama bersua
Cinta yang saling mengisi, menjaga
saling membutuhkan, mendoakan
Bahwa aku merasa mati
Jika tak ada kamu
Pun kamu begitu
Semoga jika sudah
PadaNya lah akhir cinta kita bermuara
Pada pertemuan kembali sesudahnya
Yang abadi, yang selamanya
Surga
Selamat tidur sayang
Dimanapun kamu berada malam ini
Aku akan menjemput dalam doa sepertiga malam
Dan pada kenaikan matahari
Kebayoran, 13 Agustus 2014
Rabu, Juli 16, 2014
Galau
Musuh kita, adalah diri kita sendiri.
Tak ada orang lain yang lebih tau siapa diri ini, apa yang kita butuhkan
Tak ada orang lain yang lebih mengerti, apa yang harus kita raih.
Tak ada orang lain yang berhak atas kebahagiaan kita, kecuali kita sendiri.
Istafti qolbak. Tanya hatimu. Muhasabah. Introspeksi. Bercermin.
Insya Allah kelak, akan kita temukan jawaban akan gelisahnya hati.
Minggu, Juli 06, 2014
Surat Untuk Calon Presiden
Sabtu, Februari 08, 2014
Kami Tidak Takut!
![]() |
| Sumber: http://iwanbanaran.com |
Selasa, Maret 12, 2013
Sabtu, September 22, 2012
Rabu, Maret 30, 2011
Traveler Nestapa
Jumat, Maret 18, 2011
Syukur dan Sabar

Jumat ini genap 3 bulan ane dah jalanin penempatan sementara di kantor. Setelah sebelumnya ditugaskan buat belajar lagi selama 2 tahun di Kampus Jurang "Maut", Bintaro. SK Penempatan Definitif yang ane tunggu bersama 200 rekan2 seangkatan lainnya tak kunjung terbit. Santer gosip beredar kalau surat itu bakal keluar hari ini, tapi ane kagak yakin gan.
Gak yakin bukan tanpa dasar, soalnya 3 minggu yang lalu beberapa rekan2, termasuk ane, baru aja ikutan tes TPA dan Interview Minat dan kemampuan untuk masuk ke salah satu Direktorat di Kantor Pusat. Kalo dihitung dari selesainya tahapan tes yg juga dilakukan di 2 daerah lain (Palembang n Medan), gak mungkin 3 minggu dah terbit tuh SK. Pastinya draft penempatan yang sebelumnya udah dibikin bakal di format ulang. Apalagi denger2 direktorat itu butuh 100 pegawai lebih, yang udah pengalaman tapi masih fresh. Cocok banget tuh ama kriteria temen2 angkatan ane.
Selasa, Februari 08, 2011
Menyesali emosi - harga sebuah persahabatan

Sebagai anak muda (cieeee...), kadang ada saatnya aku tak lagi berkompromi menahan emosi. Hanya karena masalah kecil yang tak begitu penting, yang waktu itu bagiku sepertinya penting, aku menggadaikan jalinan pertemanan yang kurajut sekian tahun, hingga akhirnya perkelahian itu pun memuncak.
Stress akibat tekanan pekerjaan, ditambah dengan bisikan penyakit hati macam iri dan dengki, melihat kawan di ruang atas bersantai-santai dengan asyiknya, di saat aku di bawah sini berjibaku dengan tumpukan tugas dan tanggung jawab yang tak henti menghampiri. Bahkan ada yang sempat keluar nonton film, atau pergi karaoke bersama saat jam kerja. Hanya nafas terhela sambil ku mengelus dada. Sabar... niatkan untuk ibadah.
Kamis, Agustus 12, 2010
Istiqlal: Masjid Panutan Milik Republik

Malam ini malam pertama bagi kita
Untuk mencurahkan rasa rindu di dada
(Haji Rhoma Irama – dengan sedikit editan)
Lirik lagu sang legenda dan idola ane kayaknya pas banget dah buat melukiskan keindahan pertemuan dengan malam pertama bulan Ramadhan. Walaupun masih harap-harap cemas (g cemas jg sih...) menunggu pengumuman resmi dari pemerintah, tapi ya tetep nekat aja melaksanakan niat awal bersafari dari Masjid ke Masjid dengan semangat 45. (Ehmm... mumpung bentar lagi 17 Agustusan kan).
Nah, sebagai pembuka yang cukup dramatis, saya memilih Istiqlal sebagai tujuan utama safari Ramadhan kali ini.
.... .... ....
Sejak kecil, saya selalu terkagum-kagum dengan megahnya Istiqlal, yang waktu itu cuma bisa saya liat di tv pas ada siaran langsung Sholat Ied, atau ceramahnya da’i sejuta ummat KH. Zainuddin MZ. Saya membayangkan, masjid ini pasti bersejarah sekali, sampai-sampai setiap tahun, pemimpin republik menyempatkan diri sholat ied bersama utusan negara-negara yang lain. Pasti akan membanggakan jika saya bisa sholat disana juga, walaupun bukan sebagai siapa-siapa.
Sempat ketiduran dan merasa gak enak badan, saya memaksakan badan untuk bergerak dan memulai perjalanan pukul 16.45 dati Bintaro, daerah kos saya. Sebenarnya gak terlalu jauh mencapai masjid Istiqlal yang berlokasi di bilangan Lapangan Banteng itu. Tapi karena traffic pas lagi padat-padatnya, ditambah saya yang masih lupa-lupa ingat sama jalur ibukota, saya tersesat hingga ke Kebon Jeruk bahkan ke arah Jakarta Barat. Macet disana-sini, bahkan sempat tertahan setengah jam hanya di satu perempatan, tak ada polisi yang mengatur, mungkin rekan2 petugas lagi siap2 mau tarawih juga ^_^. Alhasil, saya baru menginjakkan roda motor di halaman parkir Istiqlal tepat saat muadzin mengumandangkan adzan Isya. Jadilah saya menjamak sholat maghrib.
Ini bukan kali pertama saya menginjakkan kaki di Istiqlal, tahun lalu, saya pernah singgah ngAshar juga disini, tapi karna kali ini momennya malam pertama Ramadhan, suasananya jadi beda, ramai kali. Penuh sampai koridor luar.
Masjid panutan
Tak salah jika Istiqlal menjadi kebanggaan pemerintah. Di tengah maraknya perbedaan aliran-aliran dalam umat Islam mengenai rakaat sholat tarawih 8 atau 20 rakaat (yang memang gak perlu diperdebatkan), amir Masjid mengakomodasi keinginan masing-masing jamaah. Yang memilih 8 rakaat, setelah 4 x salam masing2 2 rakaat, dilanjutkan dengan witir 3 rakaat, saat witir ini, jamaah yang memilih 20 rakaat dipersilahkan beristirahat sejenak. Kemudian saat jamaah 8 rakaat pulang, sholat dilanjutkan dengan imam dan bilal yang berbeda, hingga genap 20 rakaat, kemudian witir lagi.Enak banget ngeliatnya, tenang, gak perlu ribut mempermasalahkan perbedaan. Cukup saling menghormati saja, dan memberikan keleluasaan masing-masing untuk memilih. Coba semua masjid disini bisa seperti itu ya, kan bagus.
Pembangunan Istiqlal diawali oleh gagasan Menteri Agama Wahid Hasyim, KH. Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto dan Ir. Sofwan pada awal 1953 yang menyebabkan berdirinya Yayasan Istiqlal. Ide ini kemudian didukung oleh Presiden Soekarno, yang kemudian mengetuai Dewan Juri Penilaian sayembara maket masjid Istiqlal. Ir. Soekarno bahkan sempat menjadi kepala bagian tekniknya.
Pemenang sayembara adalah seorang arsitek beragama kristen, Frederich Silaban. Ia adalah salah satu lulusan terbaik dari Academie van Bouwkunst Amsterdam tahun 1950. selain membuat desain masjid Istiqlal ia juga merancang kompleks Gelanggang Olahraga Senayan.
Untuk menyempurnakan rancangan masjid Istiqlal, F. Silaban mempelajari tata cara dan aturan orang muslim melaksanakan shalat dan berdoa selama kurang lebih 3 bulan dan selain itu ia juga mempelajari banyak pustaka mengenai masjid-masjid di dunia. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ir. Soekarno sendiri pada tanggal 24 Agustus 1961, bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam.
Akhirnya, setelah sempat tertunda karena berbagai macam kendala, termasuk peristiwa Gestok (Gerakan Satu Oktober), pembangunan keseluruhan komplek masjid selesai dalam kurun waktu 17 tahun (jauh lebih cepat daripada perencanaannya yg diperkirakan 45 tahun), dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 22 Pebruari 1978. Namun sebenarnya, bangunan utama sudah selesai setelah 6 tahun, tepatnya pada tanggal 31 Agustus 1967, adzan maghrib pertama berkumandang di angkasa ibukota.
Malam ini direncanakan Menteri Agama akan memberikan kultum sebagai pembuka rangkaian kegiatan di Masjid Istiqlal selama Ramadhan. Namun karena tugas beliau sebagai menteri yang harus mengumumkan awal dimulainya bulan puasa, kehadiran beliau digantikan oleh dirjen Bimas, yang memerikan ceramah dengan tema meraih ampunan dengan memperbanyak tangis di bulan yang penuh berkah ini.
Alhamdulillah, mudah-mudahan ada manfaat bagi saya pribadi dan bagi pembaca sekalian. Sedikit saran, jika hendak melakukan safari tarawih ini, ada baiknya kita membawa tas yang berisi, 1 botol air mineral, baju ganti, mushaf, jaket/jas hujan, dan keperluan lain yang dirasa penting. Jangan lupa juga menyisihkan sedikit infaq (kalau bisa jumlahnya digandakan daripada hari2 biasa) untuk keperluan kegiatan masjid.
Wallahu’alam bisshowab.
Rabu, Agustus 11, 2010
Para Pencari Takjil

Alhamdulillah, berjumpa lagi kita dengan bulan Ramadhan. Bulan penuh berkah, dimana di dalamnya terdapat, ampunan, hidayah, serta jutaan manfaat lainnya yang bisa kita rengkuh selama 1 bulan penuh.
Ramadhan kali ini, saya ingin sedikit berbeda dengan tahun2 sebelumnya. Yaa mestinya emang gitu, ada peningkatan dari Ramadhan2 yang lalu. Ya kan ya??
Apanya yang beda?
.... .... ....
Kalo bulan Ramadhan, pan banyak tuh ibadah-ibadah yg bisa kita jabanin, mulai dari yang ilahiyah macam tarawih, tadarrus, tadabbur, tahajjud, sholat2 sunnah, sampe ibadah kemanusiaan, sedekah, menyediakan berbuka, zakat, mengajar agama, berdakwah, menulis dan menyebarkan hal2 bermanfaat, dan tentu saja, silaturahmi.
Nah, dalam rangka silaturahmi, ane mau ngelakuinnya sambil seneng2 gan. Kita tentunya sudah sering mendengar julukan kota Jakarta sebagai Kota Seribu Masjid. Mumpung aye di jakarta neh, dan mumpung ada fasilitas transportasi, saya berniat melakukan safari Ramadhan dari Masjid ke Masjid, mulai dari sore menjelang buka puasa, hingga selesai tarawih. Tentunya sambil menggali informasi tentang Masjid yang saya kunjungi nanti. Kalo kawan saya bilang: “Itu sih PPT bang... Para Pencari Takjil.”
Hehe8x. Begitu ya. Entah apa lah namanya. Saya sendiri pun tak tahu adakah nilai ibadahnya. Niat saya, ingin bersilaturahmi dan mengenal kota Jakarta saja. Mudah-mudahan tak ada kesan ujub dan riya saat melaksanakan niatan ini. Dan hanya Allah lah tempat hamba menyembah dan memohon pertolongan.
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al-Hujurat 13)
Selasa, Agustus 03, 2010
Uhh....
Sabtu, Februari 27, 2010
Kamis, November 13, 2008
Long Trip to Manis Mata - Ketapang Part I
Jum'at siang, minggu yang lalu, aku sedang tenggelam dalam rutinitas pekerjaan yang makin hari bisa membuat ketajaman otakku semakin tumpul, perekaman data. Nggak ada yang beda, biasa-biasa aja, nothing special. Sampai aku dengar Alpan memanggilku dari arah meja telepon di depan ruang Kepala Seksi.
“Mas Mahadhir, telpon nah.”
“Siapa?” tanyaku memastikan.
“Tau tuh, dari Ketapang, nanya PWPM - (Pendaftaran Wajib Pajak Massal )-, bingung aku, muter-muter ngomongnya,” Alpan menjawab sembari kembali ke meja kerjanya.
Aku menyambar gagang telepon yang sebelumnya dibiarkan menggantung oleh si penjawab telepon barusan.
“Halo, dengan Mahadhir disini, ada yang bisa dibantu?”
“Selamat siang Pak Mahadhir, ini dengan Frans, dari PT HSL Ketapang, mau bertanya masalah PWPM pak,” suara seorang laki-laki, aku perkirakan usianya sekitar 40-45an lah. Sepertinya pakai telpon satelit, karena terdengar seperti ada delayed 1 sampai 3 detik sampai dia menjawab kalimatku.
“Iya, silahkan pak,” yang ditanyain emang pas banget sama kerjaan dan tanggung jawabku sekarang.
“Kita ada sekitar 6000-an karyawan nih pak, kira-kira syarat2 yang diperlukan untuk membuat NPWP secara kolektif apa aja ya pak?”
“Ohh… itu nggak banyak kok pak, cuma surat permohonan, daftar karyawan, sama melampirkan fotokopi masing-masing karyawannya pak.”
“Lalu surat nya ditujukan pada siapa pak?” tanyanya lagi.
“Ke kepala kantor saya pak, tapi di amplop suratnya tulis aja nama saya, jadi nanti langsung diserahkan ke saya, biar nggak ribet. Mmm… tapi berapa tadi pak jumlah karyawannya? 6000 ya?” aku bertanya memastikan, gilaa… kalo 6000 trus cuma aku sama Alpan aja yang rekam datanya, bisa nggak selesai2 tuh kerjaan.
“Iya pak, sekitar segitu lah pak, 6000-an karyawan,” waduh… mati laahhhh….(Upin dan Ipin Mode On)
“Wah, banyak juga pak ya. Mmm… gini pak, mungkin kalo bapak bisa ngusahain, biar karyawan bapak aja yang rekam datanya, soalnya kalo sebanyak itu saya takutnya lama tuh selesainya pak, karena ada dari perusahaan lain juga kan yang ngajuin NPWP kolektif.
“Ohh.. bisa pak bisa, jadi gimana pak caranya?” Wah, syukurlah, WP yang satu ini kooperatif, mau dimintain bantuan, walaupun sebenarnya menurut aturan, memang masing-masing perusahaan lah yang harusnya merekam data karyawannya, tugasku cuma nerbitin nomornya aja.
“Gini pak, karyawan bapak suruh datang ke kantor kita, nanti saya ajarin cara ngerekamnya, nti kalo dah selesai baru hasilnya dikasih ke saya lagi pak,” siipp.. beres deh, kalo gini kan nggak ribet, nggak pake capek, n nggak pake lama.
“Waah..tapi kita lokasinya di Manis Mata nih pak, agak sulit pak kalau karyawan saya yang kesana, bagaimana kalau perwakilan dari kantor bapak aja yang kesini, Pak Mahadhir mungkin bisa?”
Waduh, bisa ribet nih urusannya, lokasi nya jauh banget tuh. Mana anggaran juga lagi nggak ada. Dengan sopan aku menolak,
“Oh maap sebelumnya nih pak.. kalau bulan Nopember ini belum bisa pak, karena anggaran SPPD kantor kita sudah kosong.”
Ya emang kosong sih, bukannya aku nggak mau. Minggu lalu aja pegawai Operator Console di kantorku berangkat ke Jakarta dengan biaya sendiri, emang sih tahun depan janjinya bakalan digantiin, tapi kan tetep aja pake uang pribadi dulu. Nah aku yang baru aja mudik 2 minggu yang lalu, mana punya simpanan lagi, masak mau ngutang, bah yg bener aja.
“Tenang pak, nanti semua biaya transportasi dan akomodasi dibiayai perusahaan kami, jadi bapak tinggal datang aja, semua ditanggung pak, bagaimana?” bapak itu memberikan solusi, dengan nada yang sangaaatt tenang, mungkin dia udah pengalaman ngadapin situasi kayak gini.
Hmm… bisa dipertimbangkan nih, karyawannya banyak, lumayan bisa bantuin ngejar target yang udah dibebanin. Aku pun mengiyakan, namun tetap dengan perhitungan yang cermat dan diplomasi tingkat tinggi.
“Kalau itu nanti saya tanya dulu dengan atasan saya pak, bapak bisa hubungi saya sekitar setengah jam lagi lah, dan kalau bisa saya minta surat permohonannya juga, di fax aja ke kantor saya ya pak, supaya nti ada dasar buat surat tugasnya.Gimana pak?”
“Oke pak, baik, nanti saya buat surat nya trus saya fax kesana, terima kasih Pak Mahadhir, slamat siang…”
“Sama-sama Pak Frans, s’lamat siang.”
Bagus lah kalau memang dibiayain. Emang sih tugas negara, tapi kalau anggaran dari negara untuk bepergian sudah habis, apa iya aku harus nombok sendiri? Asal sesuai prosedur, atas izin atasan, dan nggak merugikan negara, aku rasa nggak ada yang salah.
Setelah mengurus surat tugas, akhirnya aku jadi juga ditugaskan berangkat ke Manis Mata. Bagi kamu yang belum tau dimana tempatnya, Manis Mata itu salah satu kecamatan di Kab Ketapang, Propinsi Kalbar, yang berbatasan langsung dengan propinsi Kalteng. Ini pengalaman pertamaku ke Manis Mata, dan yang aku dengar, kalau kesana harus naik pesawat tujuan Pangkalan Bun-Kalteng-, yang nantinya bakal transit dulu di Ketapang-Kalbar-, trus lanjut naik speedboat ke Kotawaringin Timur-Kalteng-. Dari sana baru lanjut transportasi darat menuju Manis Mata-Kalbar-, tempat perusahaan perkebunan kelapa sawit itu beroperasi.
Besok pagi jam 08.00 WIB -hari ini sebenarnya, karena ini udah lewat tengah malam- aku berangkat dari bandara Supadio. Berdua dengan Anton, kebetulan pihak perusahaan meminta agar sekalian diadakan sosialisasi perpajakan, dan Anton ditunjuk untuk memberikan penyuluhan. Disana nanti, selain mengajarkan aplikasi perekaman data, yang mungkin juga malah aku sendiri yang membantu merekam data, aku juga langsung mencetak kartu NPWP, makanya aku bawa mesin pencetak kartunya, seperti pencetak kartu ATM yang ada di dompet kalian. Total 1000 kartu aku bawa, karena setelah aku tanya, ternyata pegawai tetapnya bukan 6000, nggak sampai 1000 malah, yang lain hanya pegawai harian.
Aku juga mesti bawa laptop, wajib dunk, gimana mau kerja kalau nggak pake gadget kesayanganku ini. Nggak lupa juga, pinjem handycam ama Om Ratno, buat foto-foto n video-video, hehehehe. Tiket udah di tangan, Indonesia Air Transport, date 14/11, time 8.00, flight 6UT, status OK.
Jadi, aku bakalan OFFLINE sampai hari minggu nanti. Insya Alloh, kalo dah balik, aku bawain oleh-oleh cerita berikut foto-fotonya. See ya….Bonaventura…...
Senin, November 10, 2008
Selain Panglima Besar, Jenderal Sudirman Juga Seorang Da'i
Sosok Sudirman yang dikenal selama ini sebagai seorang tokoh pahlawan nasional bergelar Panglima besar yang memiliki rasa nasionalisme yang kuat juga memiliki keimanan yang tinggi. Selain dikenal sebagai pemimpin pasukan dengan strategi gerilyanya, beliau juga dikenal sebagai penyeru dakwah dan pernah aktif menjadi guru di Kepanduan Muhammadiyah Hizboel Wathon (Pembela tanah air).
Dosen sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta A Adaby Darban mengatakan bahwa sebelum masuk ke dunia militer, Sudirman adalah guru dan teladan bagi rekan-rekannya karena pernah aktif dan menjadi guru di Kepanduan Muhammadiyah Hizboel Wathon (Pembela tanah air), kemudian menjadi guru serta kepala sekolah di sekolah Muhammadiyah di Cilacap.
Selain menjadi guru, Sudirman juga seorang mubaligh dan penyeru dakwah. Beliau dikenal sebagai juru dakwah yang mengedepankan pendekatan kultural dan persuasif yang rajin berkeliling di pedesaan dan perkotaan, termasuk mendirikan pusat dakwah. Saat sudah menjadi Panglima pun Sudirman tetap rajin menghadiri Pengajian Malem Selasa PP Muhammadiyah di gedung Pesantren Kauman Yogyakarta dan berdakwah dilingkungannya.
Pengalamannya di Kepanduan Hizboel Wathon menjadi modalnya dalam memasuki dunia militer. Karir militernya dimulai menjadi anggota Pembela Tanah Air (PETA). "Soedirman tumbuh dari persemaian muslim yang taat berkembang sebagai seorang guru sekolahan, guru masyarakat, dan guru militer yang handal," katanya.
Sumber: http://www.warnaislam.com, 11 November 2008
17 Warga Chicago Masuk Islam Setelah Lihat Iklan di Bus
Beberapa waktu lalu, Eramuslim mengangkat laporan tentang kegiatan kampanye Islam dengan cara memasang iklan di badan bus, yang dilakukan organisasi GainPeace di Chicago. Kegiatan yang dilakukan organisasi ini ternyata membuahkan hasil, bukan hanya mampu meluruskan pandangan masyarakat Barat yang miring tentang Islam tapi setelah melihat iklan di badan bus tersebut, ada 17 warga Chicago yang menyatakan diri masuk Islam.
Salah satunya adalah Leslie C. Toole (-kok namanya kayak orang jawa ya?-), seorang guru di Chicago yang sudah sepuluh tahun berkeinginan masuk Islam. Tekadnya menjadi seorang Muslim akhirnya terlaksana setelah ia melihat iklan GainPeace di badan bus
"Saya tidak pernah sungguh-sungguh. Tapi ketika saya melihat iklan itu, saya sadar bahwa itulah akhir dari pertanda dimana saya harus melengkapi niat saya," kata Toole.
Toole mengaku pertama kali mengenal Islam secara tak sengaja. Sepuluh tahun lalu, seorang laki-laki memberinya selebaran dan mengatakan ia akan mendapatkan pencerahan dari selebaran itu. "Saya pun membacanya, berulang kali dan memastikan saya memahami apa yang sedang saya baca," Toole mengisahkan.
"Bagaimana menjadi seorang Muslim, itulah yang menjadi pertanyaan utama saya," sambung Toole sampai akhirnya, ia melihat iklan tentang Islam di bus-bus Chicago Transit Authority (CTA) bertuliskan "Got Questions? Get Answers" dan langsung menghubungi nomor telepon yang ada di bus tersebut.
Setelah mendapatkan penjelasan dan berdiskusi dengan pihak GainPeace, Toole mengucap syahadar pada Senin, 29 September 2008. Kisah Toole masuk Islam hampir serupa kisah 16 Muslim Chicago lainnya yang memilih masuk Islam setelah melihat iklan GainPeace di bus-bus CTA.
Menurut Toole, iklan layanan masyarakat GainPeace yang dipasang di bus-bus merupakan ide brilian untuk menarik perhatian masyarakat. Setelah masuk Islam, Toole yang memilih nama Ilyas sebagai nama Islamnya juga mendapatkan bimbingan seorang mentor dari GainPeace.
"Saya sangat berterimakasih dengan mentor saya yang sudah sangat membantu. Beliau memberikan saya banyak buku agar saya bisa banyak belajar tentang Islam," kata Toole.
GainPeace juga memberikan layanan belajar Islam online setiap seminggu sekali untuk para mualaf, dimana mereka bisa belajar apa saja mulai dari cara salat, cara hidup seorang Muslim bahkan bahasa Arab.
Toole atau Ilyas mengatakan, semakin banyak ia tahu tentang Islam, ia semakin percaya diri bahwa ia sudah membuat keputusan yang benar. "Agama ini betul-betul sempurna bagi saya. Sulit untuk menjelaskannya ketika Anda mengetahui sebuah kebenaran. Anda akan merasakan perasaan yang begitu mendalam di hati sanubari Anda bahwa Anda telah menemukan rumah yang benar," papar Toole.
Seperti diberitakan sebelumnya, GainPeace menggelar kampanye dengan memasang iklan layanan tanya jawab tentang Islam di bus-bus CTA pada tanggal 19 September sampai 20 Oktober kemarin. Dan iklan itu diperpanjang sampai 23 November mendatang karena mendapatkan respon positif dari masyarakat Chicago.
Organisasi itu mengeluarkan dana sebesar 30.900 dollar AS sebagai biaya pemasangan iklan 25 bus CTA yang melayani rute di seluruh Chicago. Setelah iklan itu tampil, GainPeace menerima ribuan telepon dan situsnya dikunjungi lebih dari 300.000 orang. GainPeace juga memberikan al-Quran dengan terjemahan berbahasa Inggris, majalah The Message on Prophet Muhammad serta brosur dan buku-buku Islam bagi mereka yang ingin tahu lebih jauh tentang Islam.
Direktur GainPeace, Sabeel Muhammad mengatakan pesan dari iklan itu adalah untuk menimbulkan minat masyarakat terhadap berbagai informasi tentang Islam, sehingga bisa meluruskan penafsiran-penafsiran yang salah tentang Islam.
Selain GainPeace, kampanye serupa juga dilakukan ICNA, organisasi Muslim yang berbasis di New York dan memiliki 22 cabang di seluruh AS. Namun ICNA baru melakukan kampanye itu di Seattle dan New York. Di New York, ICNA menempelkan lebih dari 1.000 iklan layanan tanya jawab tentang Islam di stasiun-stasiun kereta bawah tanah.
Karena kampanye dengan cara itu sukses, kota-kota lainnya di AS dan Canada sudah meminta bantuan agar ICNA juga melakukan kampanye yang sama di kota-kota tersebut. (ln/iol)
Sumber: www.eramuslim.com , 11 November 2008

